Jumat, 05 September 2014

Perjalanan di Papua Barat

Papua adalah salah satu di antara beribu pulau di Indonesia. Papua memiliki sumber daya alam yang melimpah. Perjalanan di Papua saya berasal dari momentum saat saya diterima sebagai dokter PTT di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Bagi saya seorang dokter tak hanya sekedar gelar yang didapat dari bangku kuliah tetapi lebih berupa gelar kehormatan yang didapat saat kita terjun ke lapangan. Di lingkungan yang baru saya merasa tertantang untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di daerah yang selama ini dianggap terbelakang oleh rata-rata masyarakat berpendidikan di negeri Indonesia ini.
Papua adalah pulau terbesar kedua di Indonesia setelah Kalimantan. Pulau ini terbagi dua wilayah beda negara tetapi terdapat kesamaan etnis. Selama ini penduduk asli di pulau ini tidak merata dalam hal pendidikan, kesehatan dan infrastruktur pembangunan. hal ini dikarenakan peran serta aktif masyarakat masih sangat minim. Sebagian penduduk asli masih tergolong polos dan belum mengerti arti pentingnya pembangunan. Arus global yang sangat deras memicu kesenjangan sosial, baik antara penduduk asli dengan pendatang maupun antar penduduk asli sendiri. Semenjak era reformasi dan munculnya isu Hak Asasi Manusia, perhatian akan pembangunan infrastuktur di Papua semakin dikedepankan. Namun demikian, pembangunan sering tidak sejalan dengan kepentingan penduduk asli maupun golongan tertentu yang mencari untung di balik dana yang besar baik untuk pembangunan maupun dari pemanfaatan hasil alam di pulau Papua.
Perjalanan saya di Papua berawal dari bulan September tahun 2013.Selesai pembekalan sebagai dokter puskesmas saya lanjut melapor ke dinas kabupaten Tambrauw. Tambrauw adalah kabupaten pemekaran di Papua Barat sejak tahun 2011. Letaknya di bagian atas kepala burung pada peta membuat Tambrauw sebagai penghubung antara dua kota yang sudah relatif maju di antara kota-kota di pulau ini. Kota tersebut adalah kota Sorong yang terkenal sebagai kota minyak sejak jaman Kolonial Belanda dan kota Manokwari yang merupakan awal modernisasi dan pusat pemerintahan di Papua Barat. Sebagai kabupaten yang baru, Tambrauw masih sangat berkembang dan perlu penataan yang berkelanjutan. Penduduk asli daerah tersebut adalah suku Karon, suku yang sebagian besar tinggal di pesisir dan sudah terbiasa berinteraksi dengan masyarakat luar daerah. Sebelum masuk ke kabupaten Tambrauw, wilayah ini masuk dalam pemerintahan kabupaten Sorong. Infrastukur sebagian besar sudah ada namun pemnfaatan belum maksimal.
Di Tambrauw saya ditempatkan di Puskesmas Abun. Letak Puskesmas di suatu desa yang penduduknya tidak lebih dari 40 KK namun membawahi 5 kampung yang letaknya tersebar di pesisir pantai antara batas wilayah Kabupaten Manokwari hingga batas wilayah pusat pemerintahan Tambrauw sementara di Sausapor. Perjalanan antara kampung ke kampung hanya bisa ditempuh lewat laut. Selama ini perhatian dinas kesehatan Tambrauw untuk operasional puskesmas ini masih sangat minim dan itu terjadi hampir di semua tempat di wilayah Papua, termasuk Papua Barat. Saya melihat hal tersebut menjadi kendala karena berbagai faktor yang selama ini belum bisa teratasi karena keterbatasan di berbagai pihak, baik dari pemerintah pusat, daerah maupun masyarakat asli sendiri. terlebih lagi bentang alam Tambrauw yang sebagian besar pegunungan membuat wilayah ini semakin sulit dijangkau untuk pemerataan pembangunan meskipun usaha pembangunan jalan dan jembatan masih berlanjut hingga saat ini.
Pembangunan infrastuktur di Tambrauw kadang tidak seiring dengan pembangunan SDM dan pengembangan pola pikir masyarakat agar terbuka akan pentingnya pembangunan, termasuk kesadaran akan pentingnya kesehatan. Hal tersebut yang menjadi tantangan bagi saya dalam bertugas dan menurut saya komunikasi itu penting agar pembangunan tepat sasaran. Faktor-faktor yang selama ini mengganjal proses pembangunan di Papua tidak akan terselesaikan selama belum ada komunikasi yang baik dari berbagai pihak. Kesadaran masyarakat akan pentingnya pembangunan dan integritas sebagai satu negara, NKRI, adalah kunci pokok agar tujuan pembangunan di Papua ini berjalan lancar.